DOA DISETIAP AIR MATAKU

Aku masih termenung di antara rintikan air hujan sore ini,berharap mendapatkan inspirasi agar dapat membuat cerpen dan menambah koleksi cerpenku,tapi bukan inspirasi cerita yang ku dapatkan,melainkan pernyataan abah jika aku akan di kirim ke pesantren untuk meneruskan studyku,itu bukan pilihanku,aku tak pernah berpikiran jika aku akan di pondokkan,bagiku itu sama saja dengan di penjara,aku tak lagi dapat membuat cerpen ataupun main dengan teman-temanku,huffttt….ku usap kaca jendelaku yang ber embun dengan telapak tanganku . . .
‘’Selna . . . abah udah daftarin kamu di pesantren tempat abah dan tetehmu dulu menimba ilmu,besok kamu ikut abah kesana buat ngasih formulir ini,isi formulir ini’’.ujar abah menyodorkan selembar kertas padaku,aku hanya menganggukkan kepala menerima kertas dari abah dan masuk kedalam kamar,ku tenggelamkan mukaku di antara bantal dan boneka-boneka kesayanganku,ku peluk erat-erat benda milikku yang ada di kamar,mungkin sebentar lagi aku akan meninggalkan ini semua,mungkin aku akan kehilangan ini semua,ku lirik tumpukan novel di rak bukuku,dan mungkin juga tumpukan novel itu akan berubah menjadi tumpukan kitab kuning ataupun al qur’an yang akan menemani setiap hariku,
‘’Selna…makan malam dulu nak,abah sudah menunggu di ruang makan’’,kata umi membuka pintu kamarku
‘’selna masih kenyang umi,selna mau tidur aja ya’’.kataku
‘’baiklah….’’.kata umi pengertian menutup pintu kamarku.
****

Hari ini aku akan berangkat ke pesantren dengan baju dan barang-barang yang boleh ku bawa,tentunya aku harus meninggalkan laptop dan boneka-boneka yang selalu menemani tidur malamku,segera aku berpamitan pada abah dan umi setelah mobil jemputan sampai di depan rumahku . .
‘’mantabkan hatimu,kamu harus ingat untuk apa kamu kesana,jangan salah pengertian’’.kata abah mengelus jibab yang menutup kepalaku
‘’jaga kondisi kamu ya na,seminggu sekali atau 2 minggu sekali abah dan umi pasti akan menyambangimu,jangan kwatir ya,allah pasti akan selalu melindungimu selagi niat kamu itu baik’’.pesan umi padaku,aku hanya menganggukkan kepala tanpa berkata apa-apa,aku tak tau apa aku siap menjalani hariku yang baru,aku melihati setiap sudut rumahku . . .selamat tinggal,batinku memasuki mobil,dari kaca jendela mobil yang tak transparan itu terlihat jika umi tengah menangis dan bernego dengan abah,tapi abah hanya menggandeng umi masuk kedalam rumah, dari kecil memang umi yang paling dekat dan selalu mendukung aku,tapi kali ini umi hanya menuruti kemauan abah untuk megirim aku ke pesantren,hmmmmm…. ku sandarkan kepalaku dan menutup mataku berharap jika aku segera terbangun dari mimpi buruk ini . . .
****Aku tlah sampai di pesantren yang akan mengubah hidupku,orang-orang di sekelilingku begitu asing di mataku, ada sekerumunan perempuan berjilbab tengah mendiskusikan tugas mereka,ada juga yang tengah asyik menyantab makanan mereka bersama-sama,dan ada pula yang menghabiskan waktunya untuk membaca al qur’an di kamarnya,aku masuk kedalam kamarku,menata semua barangku,kurasa semua menjadi berjalan dengan lancar hingga aku mendapatkan teman,minggu pertama,kedua dan ketiga abah dan umi masih menjengukku seperti teman-temanku yang lain,hingga pada akhirnya aku aku tak mendapati abah dan umi menjengukku,aku hanya terdiam di antara teman-temanku yang tengah asyik menumpahkan isi hatinya pada orang tuanya . .
‘’Selna….selamat ya’’.rani teman sekamarku menghampiriku
‘’selamat???selamat buat apa?’’,aku tak mengerti
‘’atas kelahiran anak pertama tetehmu,tadi sewaktu ibuku menyambangiku beliau bilang jika tetehmu melahirkan bayi laki-laki,menurutnya abah dan umimu sangat gembira dengan kelahirannya,aku pikir kamu juga begitu’’.kenang rani,aku terdiam sejenak
‘’pasti…’’.ku anggukkan kepalaku
‘’oiya aku ada jam ngaji nih,aku pergi dulu ya na’’.kata rani berlalu dari hadapanku,aku terdiam,jadi ini alasannya mengapa abah dan umi tak lagi mengunjungiku,apa mereka nggak tau jika aku sangat merindukan mereka,apa kehadiran anak teteh tlah menggantikan posisiku di rumah,apa mereka membuangku,apa mereka tak pernah memikirkan keadaanku sekarang,uangku juga semakin menipis,aku nggka bisa terus-terusan seperti ini,aku harus bisa menghidupi diriku,ya…aku harus bisa lakukan itu…
*****

‘’kamu itu suka banget menyendiri ya’’.kata efril duduk di sampingku,cowok yang di kagumi banyak cewek di sekolahku karna kegantengan dan ketajiran orang tuanya itu
‘’emangnya kenapa???’’.tanyaku balik
‘’kamu selalu duduk menyendiri disini,aku pikir kamu suka menulis,kamu nggak mau ketawa-tawa bareng teman temanmu seperti itu’’.katanya mengarahkan jari telunjuknya di antara kerumunan para santri yang tengah asyik bercanda
‘’kata siapa aku nulis??’’.
‘’ini…aku nemuin ini disini kemarin sewaktu kamu meninggalkan tempat ini,cerpen kamu bagus kok’’.dia menunjukkan lembaran kertas yang berisi cerpenku yang terjatuh kemarin,pujinya yang membuatku tersipu malu
‘’hmmmm aku lebih suka di tempat yang tenang seperti ini,menghabiskan waktu dengan merasakan semilir angin yang menerpaku,dengan begitu aku bisa mendapatkan inspirasi dan aku bisa membuat cerita’’.kataku antusias
‘’buat apa kamu membuat cerita sebanyak itu jika kau tak mendapatkan hasilnya’’.katanya
‘’aku itu bukan anak yang hanya mengandalkan uang dari orang tuanya’’.aku menyelanya
‘’bu..bukan itu maksud aku,kamu kan bisa mempublikasikan cerita-cerita kamu dan kamu bisa mendapat uang’’.efril merasa tak enak hati karna tlah berkata seperti itu
‘’hmmmmmm…’’,aku menimbang-nimbang kata-kata efril
‘’katanya pingin punya uang????’’.efril meledekku
‘’iya sih,tapi gimana caranya aku melakukan itu semua,kamu kan tau sendiri jika aku tinggal di pesantren dan tidak di perbolehkan membawa laptop’’.aku berdiri memunggungi efril
‘’kamu kan punya hari minggu’’.
‘’terus????’’.
‘’kan kamu bisa ke warnet untuk mempublikasikan cerpenmu itu,mengirim cerpen-cerpenmu ke majalah agar mendapatkan uang,beres kan’’.efril nyengir
‘’pinter juga kamu’’.aku terseyum mendengar ide darinya
‘’efril….’’.dia semakin menunjukkan gigi-gigi putihnya itu,aku tak percaya jika dia memiliki pemikiran yang dewasa seperti itu,aku pikir dia Cuma mau berteman dengan orang sederajatnya saja,ternyata dia juga mau nyamperin aku dan membantuku yang tak sepadan dengannya,kini aku di sibukkan dengan membuat cerpen,hingga aku sering tidak mengikuti pelajaran karena aku selalu izin pergi ke lap komputer ataupun warnet dengan alasan untuk mengerjakan tugasku,dan kini aku mendapatkan keinginanku,cerpenku tlah di muat dan aku mendapatkan honorku,cukuplah untuk sekedar membiayai makanku setiap hari,tapi…aku sering mendapat nilai di bawah 70 karena sering tidak mengikuti pelajaran,hingga suatu ketika abah dan umi menyambangiku di pesantren di waktu jam besuk santri…
‘’abah ….’’.ku cium tangan abah dan umi
‘’kamu ini apa-apaan,kenapa raport kamu merah,abah mendapat laporan dari guru kamu jika kamu sering nggak ikut pelajaran,kamu sering tidur di kelas,apa kamu lupa tujuan kamu disini untuk apa???’’,
‘’tapi abah . . .’’.aku mencoba membela diriku,tapi percuma,amarah telah menggelegak di dalam sanubari orang tua itu
‘’tapi apa,kamu mau bilang jika pesantren bukan tempat kamu,jika kamu nglakuin ini semua karna terpaksa,iya…kamu itu harus bisa hidup mandiri,kamu harus bisa mengatur dan menghidupi dirimu sendiri,kamu nggak bisa terus-terusan menggantungkan hidupmu pada orang lain,kamu harus mempersiapkan dirimu jika suatu ketika abah atau umimu sudah tidak ada,kamu harus bisa berdiri di atas kakimu sendiri ‘’.abah melotot matanya
‘’abah sudah abah,kecilkan suara abah,malu di lihat orang tua santri yang lain,istigfar abah istigfar’’,umi mengelus dada abah,abah mencoba mengatur nafasnya dan aku hanya menunduk, jam besuk sudah habis dan aku harus segera masuk kedalam pesantren,
‘’maafin selna abah,umi,selna janji akan nglakuin yang terbaik buat diri selna,’’kataku
‘’iya nak,lakukan yang terbaik buat dirimu,turuti kata hatimu,karna perubahan itu hanya akan datang dari diri kamu sendiri’’.kata umi memelukku,kupeluk umi dan mencium tangan abah,
‘’suatu saat kau akan mengerti apa yang abah maksud nak’’.kata abah memegang dadanya,aku menunduk,berlalu dari hadapan abah,ingin aku menangis,tapi aku harus ingat jika aku tak boleh nangis,aku nggak boleh cengeng….
*****

‘’hey ….’’.efril mendekatiku
‘’hmmmmm efril’’.ku lontarkan senyumanku padanya
‘’kenapa sih,kok kelihatannya sedih gitu’’.tanyanya
‘’nggak..nggak papa kok,aku nggak lagi sedih,justru aku tengah bahagia karna tlah mendapatkan semuanya’’.kataku tersenyum kecut
‘’oiya????bohong,kamu belum mendapatkan segalanya’’.katanya memalingkan muka
‘’kata siapa,aku menang,aku tlah mendapatkan semuanya,cerpen-cerpenku tlah di muat di majalah-majalah,dan aku tinggal nunggu panggilan untuk membuat novel,kurang apa’’.aku beranjak, memunggunginya
‘’kamu memang tlah mendapatkan semuanya selna,kamu memang menang,tapi kamu kalah selna kamuu kalah,kamu nggak bisa memenangkan hatimu,kamu nggak bisa menuruti kata hatimu,kamu selalu membohongi hatimu’’.akunya
‘’kata siapa,aku suka dengan hidupku yang sekarang,aku bahagia’’.
‘’menangislah na,jika kamu memang ingin menangis,aku tau yang kamu rasain,kamu kecewa dengan keputusan orang tuamu kan,kamu kecewa karna mereka membawamu kesini,kamu kecewa karna apa yang kamu inginkan selalu bertengtangan dengan abahmu’’.
‘’kamu sok tau,aku tak pernah berpikiran sejauh itu’’.kataku menatapnya
‘’sorotan matamu yang mengatakan itu semua padaku na’’.dia menatapku dengan tajam,aku terdiam
‘’aku lemah fril,aku lemah,aku nggak tau apa yang aku rasakan ini hanya lah perasaanku saja atau memang begitu kenyataannya,yang pasti aku kecewa dengan mereka,terutama abah,beliau begitu marah denganku hanya karna raportku merah,padahal aku begitu karna aku ingin nyari uang sendiri,sedangkan dulu waktu tetehku memiliki kesalahan abah tak pernah semarah itu padaku,aku ingat sangat sangat ingat pesan pesan abah padaku,tapi nggak gini caranya,abah dengan gampangnya memaafkan kesalahan teteh sedangkan aku….nggak fril nggak,aku sakit,hatiku menangis,dari kecil aku merasakan ini,tapi aku selalu membuang perasaan ini jauh-jauh karna aku nggak mau mengundang rasa benci di benakku, karna aku sayang sama abah fril’’.akuku
‘’menangislah na’’.afril memberikan pundaknya
‘’nggak fril,aku udah janji jika aku tak akan menangis hanya karna masalah seperti ini, aku ingin membendung air mataku,karna suatu saat aku akan menangis karna orang yang aku sayang akan pergi dariku’’,kataku
‘’setiap orang tua slalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya,nggak ada orang tua yang nggak sayang dengan anaknya,suatu saat kau akan tau apa maksud abahmu kenapa abahmu begitu keras sama kamu na’’.efril menepuk pundakku,aku tersenyum
‘’makasih ya fril,kau sudah mau menjadi temanku’’.aku menoleh padanya
‘’aku akan slalu jadi temanku na,tenanglah..’’,katanya menepuk pundakku’’masuk yuk’’.ajaknya dan aku hanya mengekor di belakangnya…. semenjak itu abah dan umi tak lagi menjengukku,tak sekalipun,aku mencoba menguatkan hati,mulai aku menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh,aku harus bisa memegang kata-kataku,saat aku rindu dengan abah dan umi aku selalu mengirim surat,aku juga tak lupa menanyakan si kecil keponakanku,dia sudah mulai belajar berjalan,pasti lucu,aku tak sabar segera menyelesaikan studyku disini dan segera berkumpul dengan keluarga,dan aku juga tak lagi mempermasalahkan jika aku tak lagi di beri uang bulanan,karna pendapatanku menjual cerpen udah lebih dari cukup untuk membiayai hidupku,aku hanya ingin membuktikan jika aku bisa,dan abah….abahlah yang selalu membalas surat-suratku,tapi aku justru merasakan jika itu umi yang membalas,dari kata-kata yang di ucapkan aku bisa merasakan jika itu umi,tapi aku mencoba membuang jauh-jauh rasa itu,mungkin saja abah sudah mulai luluh hatinya,tapi sudahlah,yang penting abah yang telah membalasnya,itu yang membuatku lebih semangat menjalani semua ini . . .semangat dari abah.
*******

Aku telah siap dengan pakaian dan semua perlengkapanku untuk acara perpisahan nanti,3 tahun tlah berlalu dan aku seneng bisa melewati ini semua,aku bangga dengan diriku,aku bisa menepati janjiku pada abah,abah pasti bangga karna nilaiku tak lagi merah dan aku akan segera meluncurkan novelku,aku tak bisa membayangkan betapa bangganya abah dan umi nanti padaku,dan pastnya abah telah janji jika abah akan datang pada perpisahanku ini dan akan menjemputku untuk pulang,batinku tersenyum di depan kaca dengan baju toga yang ku kenakan.
‘’cie..yang mau jadi penulis terkenal’’.santi meledekku
‘’iih apaan sih,aku kan jadi malu’’.kataku tersipu malu
‘’beneran tau,udah ayoo kita ke depan,pasti udah di tungguin’’.ajak santi,dan aku hanya mengiyakan saja
‘’selna..’’.efril memangilku
‘’efril..’’ku hentikan langkahku,menoleh kebelakang
‘’nggak nyangka ya,udah 3 tahun kita disini,dan kamu udah berhasil buktiin ke abahmu jika kamu bisa melewati masa-masa ini’’.katanya membarengi langkahku
‘’iya frl,aku juga nggak nyangka bisa nglakuin ini semua,’’kita pun duduk di barisan paling depan,acara demi acara telah di laksanakan ,saatnya pengumuman siswa yang berprestasi,dan ternyata namaku yang di sebutkan menjadi santri yang berprestasi,aku senang pastinya,nama orang tuaku pun di panggil tapi tak kunjung abah ataupun umi maju ke depan,aku pun lari kebelakang panggung dan efril mengejarku…
‘’selna..selna’’.efril menahanku
‘’kemana abah dengan umi fril kemana,abah udah janji akan datang hari ini,tapi nyatanya????abah mengingkari janjinya,mereka benar-benar udah nggak sayaag lagi denganku,buat apa aku nglakuin ini semua,buat apa aku mendapatkan semuanya jika abah dan umi tak turut merasakannya’’.aku mencoba tak menangis
‘’selna…trimakasih ya atas pialanya,umi bangga sama kamu’’,suara umi mengagetkanku,
‘’umi…..’’.
‘’iya sayang…selamat ya nak atas kemenanganmu,kamu udah buktiin sama kami,abahmu pasti bangga denganmu nak’’.umi mengelus kepalaku
‘’nggak umi,abah tak pernah bangga padaku,nyatanya abah tak datang untuk mengambilkan piala dan menjemputku’’,kataku tidur di antara paha umi
‘’abahmu tak pernah mengingkari janjinya nak,abahmu selalu menepati janjinya,seperti kamu,kamu tlah menepati janjimu menjadi anak ke banggaan kami nak,abahmu pasti bangga sama kamu,abahmu disana pasti melihatnya’’.kata umi
‘’maksud umi apa???’’,aku tak mengeri,mengangkat kepalaku
‘’ayahmu tlah pulang ke pangkuanNYA, sepulang dari menyambangimu,kami mengalami kecelakaan,abahmu luka parah,uang abahmu habis untuk biaya pengobatan abahmu,abahmu bilang kau tak perlu mengetahui itu semua,yang perlu kamu tau hanyalah jika abahmu sayang sama kamu,abahmu berhasil membuat kamu menjadi anak sukses nak,dengan menyekolahkan kamu ke pesantren kamu akan dapat mendoakan abahmu jika abahmu sudah tak lagi di dunia ini,abahmu memang tak pernah mengabulkan apa yang kamu inginkan,tapi abahmu mencoba memberikan apa yang kamu butuhkan,Cuma itu yang abah inginkan’’.jelas umi,tak terasa aku merasakan sesuatu mengalir di pipiku,air mata yang sekian lama tak pernah mengalir di pipiku dan kini aku meneteskannya tanpa aku menginginkannya,apakah ini saatnya aku menangis????
‘’teru surat-suratku umi????’’.
‘’umi yang membalasnya,itupun pesan dari abahmu,slama ini abahmu telah melakukan banyak hal yang kamu nggak tau nak,abahmu selalu melakukan yang terbaik untukmu,sekarang lakukan yang terbaik untuk abahmu nak,lakukan’’.kata ibu memelukku
‘’umi….’’.aku memeluk umi erat-erat, slama ini aku tlah salah menilai abah,abah menginginkan yang terbaik untukku,tapi mengapa aku mengecewakan abah,aku slalu membuatnya marah,bahkan aku sempat ingin membencinya ketika abah terlalu keras padaku,anak macam apa aku ini,abah melakukan ini semua untuk masa depanku tapi mengapa aku tak pernah menyadari ini semua,maafin selna abah maafin selna,selna janji akan jadi anak kesayangan abah…selna janji akan selalu ngebahagiain umi,bukan harta karna kesuksesanku nanti yang abah inginkan dariku,tapi doa dan bagaiman aku bisa menghargai setiap detik hembusan nafasku apa aku bisa bersyukur atas nikmat yang di berikan allah padaku,karna harta bukanlah segalanya,abah hanya menginginkan jika aku mengirimkan doa untuk abah ketika abah tlah tertidur di bawah tanah yang abadi ini untuk selama-lamanya,abah tak mau jika aku tersesat di dunia,abah hanya ingin aku bisa menikmati hasil kerja kerasku di saat tua nanti dan aku bisa mendapat bekal buat aku di akhirat nanti ….

Karya Rachma Mamlu’atul Maulla
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s