Yang Sering Jadi Alasan

Lebih baik pakai jilbab tapi kelakuan jelek atau Tidak pakai jilbab ?

manakah yang lebih baik,berjilbab namun lisannya alpha (jelek) atau tidak berjilbab”

assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokatuh

ada sebuah pertanyaan nakal yang masuk ke admin..
sebuahn pertanyaan yang bisa kita perkirakan mengubah persepsi tentang indahnya islam jika kita menanggapinya dengan emosional…sehingga melupakan asas rasional..

saudaraku…aku mencintaimu karena Alloh…

aku mencintaimu karena akhlaqmu…

mencintaimu karena santunnya akhlaqmu…

kami akan menjawabnya…tentu dengan harapan kita semua menuju keadaan yang lebih baik…

1.wanita tak berhijab namun lisannya baik..

saudaraku…lisan yang baik adalah berkah bagi orang mu’min

karena lisan adalah salah satu faktor yang sama dengan berliaannya da’wah..

dan karena lisanlah banyak orang memeluk islam karena islam mengajarkan..

sebagaimana pepatah mengatakan “Allisaanu yanfudu ma laa tanfudu Al-Ibrah” yang artinya
“Lisan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum”. Maka dari pada itu lisan kerap sekali kaitannya dengan hati.

Maka dari pada itu dianjurkan bahkan disyaratkan bagi seorang muslim untuk menjaga lisannya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”. (QS Al Ahzab [33]:70)

Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam”.

Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim. Dalam hadist lain Rasulullah bersabda yang artinya: “ Seorang muslim ialah yang selamat atas lisan dan tangannya” (HR. Bukhari)

Muslim meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 2581 dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda.

Artinya : “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut ? Para sahabat pun menjawab, ‘Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dirham maupun harta benda.

‘Beliau menimpali,

‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain.

Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.

namun…ingatlah saudaraku yang lembut hatinya…tidak menuruti perintah Alloh juga sama saja mendustakan perintahnya..

apakah dirimu mengetahui kenapa kaum ‘aa,tsamud,dll sitimpa azab..tidajk lain karena mereka mendustakan ayat2 Alloh..

Siapapun wanita yang melepaskan pakainnya (menampakkan auratnya), bukan di rumahnya (mahramnya) sendiri, maka Allah akan merobek (menghinakannya) tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya).” [Hr. Ahmad, at-Tirmidzi]

“Hai anak Adam [umat manusia], Sesungguhnya Kami (Allah) Telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa [selalu bertakwa kepada Allah]. Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.

” [QS. Al-A’raf: 26]

Read me: “Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Ahzab: 59]

subhanalloh…betapa santunnya…Alloh menandai wanita beriman,dengan kata2 bisa kita simpulkan…jika ingin melihat wanita beriman (bukan muslim..karena muslim belum tentu beriman dan beriman sudah pasti muslim)…maka lihatlah dari PAKAIANNYA,KARENA WANITA BERIMA MUDAH DIKENALI DARI PAKAIANNYA…

lalu ada pertanyaan…

cukup nakal..mengatakan…”kok anda kurang sopan memangil kami yang belum pake jilbab dengan sebutan bukan wanita beriman”

saudariku yang baik…itu semata-mata bukan kesalahan kami tetapi kenapa anda sendiri yang membuat anda dipangil seperti itu..

jika ada pemain bola..maka kami panggil dia pemain bola..

pemain basket dengan atlet basket..

pemain tenis sebagai athlet tenis..

apakah tidak mengherankan sudah jelas jelas athelt basket kami panggil tukang sapu atw tukang pukul..?

sunguh tidak rasional bukan…bahkan terkesan menipu diri sendiri..

maka jika saudari ingin dipanggil wanita 2 beriman dan dikenal penjuru langit…bahakan sesungguhnya wanita beriman itu namanya selalu disebut2 sebagai penghuni syurga atw bidadari syurga..

“yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Ahzab: 59]

lalu bisa kita bilang..ia sudah bagus lisannya…namun sayang ia belum menutup auratnya…

ingat ia kan mendapat pahala karena indahnya lisannya..namun juga ia akan mendapat dosa karena membuka auratnya…

Siapapun wanita yang melepaskan pakainnya (menampakkan auratnya), bukan di rumahnya (mahramnya) sendiri, maka Allah akan merobek (menghinakannya) tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya).” [Hr. Ahmad, at-Tirmidzi]

dan setiap perbuatan itu pasti ada pertangung jawaban…

2.wanita berjilbab namun lisannya buruk…

Nabi SAW pernah bersabda bahwa akan tiba suatu masa di mana Islam
akan menjadi sesuatu yang asing (termasuk busana jilbab sebagaimana
awal kedatangan Islam).
Dalam keadaan seperti itu, kita tidak boleh larut. Harus tetap
memegang Islam, walaupun berat seperti memegang bara api. Dan insya
Allah, dalam kondisi yang rusak dan bejat seperti ini, mereka yang
tetap taat akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan dengan
pahala lima puluh kali lipat daripada pahala para shahabat.

Sabda Nabi SAW : “Islam bermula dalam keadaan asing. Dan ia akan
kembali menjadi sesuatu yang asing. Maka beruntunglah orang-orang
yang terasing itu”.(HR. Muslim no. 145)

Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan
kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api.
Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan
mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan
itu. Ada yang berkata, “Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh
di antara mereka” ? Rasululah SAW menjawab,”Bahkan lima puluh orang
di antara kalian (para shahabat)” (HR. Abu Dawud, dengan sanad hasan)

Dan sebenarnya banyak hal lain yang sepertinya asing di zaman
sekarang ini, yaitu hal hal yg berbau Islam dan malah diangkap kolot
dan ketinggalan zaman. Padahal jika kita mau melaksanakannya maka
pahala yang akan kita dapatkan berlipat ganda.

nah..ia akan mendapat ganjarannya atas memakai jilbab…namun ingat…bagaimana “jilbab” itu sebenarnya….

Diterangkan dalam kamus al Muhith, jilbab adalah pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel).

Tafsir Jalalain (jilid 3:1803) memberikan arti jilbab sebagai kain yang dipakai seorang wanita untuk menutupi tubuhnya.

Jauhari dalam Ash Shihah mengatakan jilbab adalah kain penutup tubuh wanita dari atas sampai bawah.

Khaththath Usman Thaha dalam Tafsir wa Bayan menjelaskan jilbab adalah apa-apa yang dapat menutupi seperti seprai atas tubuh wanita hingga mendekati tanah.

Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq Jilid 7 (Edisi Indonesia) menerangkan jilbab adalah baju mantel.

Dalam Kitab Mujam al Wasith hal 128 jilbab diartikan sebagai pakaian yang menutupi seluruh tubuh atau pakaian luar yang dikenakan diatas pakaian rumah seperti mantel.

nah…ikhwah..inilah sebetulnya jilbab…bukan dengan mode ketat..atau terkadang atsnya lebar…tiba2 ia memakai celana yang ketat..ini menyalahi syariat..bahkan..

Rasululloh SAW bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Pada dasarnya seluruh bahan model dan bentuk pakaian boleh dipakai asalkan memenuhi syarat-syarat berikut :
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan tidak transparan.
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh.
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab pakaian yg menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula maka maka membunyikan perhiasan yg dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian. .

nah..lalu bagaimana dengan lisan yang buruk..‘Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, akan tetapi, ia juga datang membawa dosa berupa perbuatan mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain.

Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.

jadi…sudahkah engkau mengerti…maka dari dua pertanyaan tadi..tak ada satupun yang lebih baik..

sama saja dengan memilih…mana neraka yang akan engkau masuki saqar atw jahannam?…tentu jika kita disodorkan pertanyaan tersebut kita akan tidak mau memilih karena semuanya buruk…

lalu kenapa tidak membuat pilihan sendiri..

memilih menjadi wanita berjilbab namun santun juga akhlaqnya,…

tapi..manusia adalah manusia …mereka selalu ada alasan ketika diperintah kebaikan..

namun..

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 13

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,
QS. al-Qiyamah (75) : 14

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
QS. al-Qiyamah (75) : 15

ya…meskipun ia membuat alasan apapun…ia akan tetap dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya…

semoga Alloh membukakan hatimu untuk menerima hidayahnya..

ikhwah..jika ada salah ana..mohon maaf karena mungkin…analah yang tidak pantas memberimu atw mengutarakan nasihat ini..karena mungkin engkau lebih mulia dari pada ana..

syukron katsir..

Disunting :remajabisadakwah.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s