Berpakaian Tapi Telanjang !

Berpakaian tapi telanjang rasanya sudah sering kita lihat di kehidupan sehari hari. Baik di kantor , TV , jalan raya , sekolah , bahkan di masjid . Definisi dari berpakaiaan tapi telanjang itu sendiri adalah berpakaian namun masih menampakkan lekuk lekuk orang yang memakainya.

Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al
Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

Memakai pakaian-pakaian yang
ketat yang memperlihatkan tonjolan kecantikan wanita dan menampakkan
keindahan tubuhnya adalah perbuatan haram, karena Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda :
Dua golongan orang yang
merupakan calon pengisi neraka yang belum saya lihat mereka itu :
Laki-laki yang memiliki cemeti/ cambuk bagaikan ekor sapi yang dengannya
mereka memukuli orang, dan wanita-wanita yang kasiyat ‘ariyat
(berpakaian tetapi telanjang) mailat mumilat (menyimpang dari kebenaran
dan mengajak orang lain untuk menyimpang) (HR Muslim dan lainnya).

Sabdanya,” kasiyat ‘ariyat,”
telah ditafsirkan:

1. Bahwa mereka itu berpakaian
dengan pakaian pendek yang tidak menutupi aurat yang harus ditutup,

2. dan ditafsirkan bahwa mereka
mengenakan pakaian tipis yang tidak menutupi kulitnya dari pandangan dibaliknya,

3. dan ditafsirkan juga bahwa
mereka mengenakan pakaian ketat yang memang menutupi kulit dari pandangan namun tetap menampakan lekuk dan bentuk kemolekan tubuh wanita.
Oleh sebab itu tidak boleh bagi wanita mengenakan pakaian-pakaian ketat/sempit ini kecuali hanya di hadapan suaminya saja, karena di antara suami isteri tidak ada aurat,
berdasarkan firman-Nya :
Dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (Al
Mu’minun 5-6).

Biarpun wanita memakai jilbab namun memakai pakaian yang ketat/transparan(kebaya , celana jins dll) itu termasuk wanita berpakaian tapi telanjang. Contohnya seperti ini ( maaf kalo kurang pantas ) :

Apakah diatas termasuk wanita baik baik dan telah mendapat hidayah ? Jelas jawabannya adalah tidak! Orang orang eperti ini ilmunya masihlah sangat kurang. Apa artinya sebuah jilbab kalau tubuhnya masih terbuka untuk dilihat yang bukan makhromnya?! tentu itu tidak ada artinya sama sekali.

Tidak ragu lagi bahwa perlakuan wanita memakai pakaian yang ketat/sempit yang menampakkan kemolekan badannya adalah tidak boleh. Dia tidak boleh mengenakannya kecuali di hadapan suaminya saja, adapun di hadapan selain suaminya maka itu tidak boleh (haram), meskipun di hadapan para wanita, karena dia berarti telah menjadi contoh yang sangat buruk sekali bagi yang lainnya bila mereka melihatnya memakai pakaian seperti ini, mereka akan ikut-ikutan menirunya. Dan juga dia itu diperintahkan menutupi auratnya dengan kain yang longgar dan menutupi dari semua orang, kecuali dari suaminya. Dia harus menutupi auratnya dari pandangan wanita sebagaimana dia menutupinya dari pandangan laki-laki (mahramnya) kecuali yang biasa nampak dari wanita seperti wajah, kedua tangan dan kedua telapak kaki yang memang dibutuhkan untuk dibuka.

Wallahu a’lam bishawab

Disunting :remajabisdakwah.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s